Mengapa Perlu Praktikum Terintegrasi dalam Perspektif Peserta dan Perancang

Pihak yang sering presentasi tentang praktikum terintegrasi adalah program studi Teknik industri ITB. Saya rasanya perlu sharing tentang pengalaman saya menjadi mahasiswa di sana, merasakan praktikum terintegrasi di sana dan kini ikut menjadi perancangnya di Program Studi Teknik Industri Universitas Telkom.

Perkuliahan Teknik industri itu rumit dan banyak, dan kadang sulit untuk memahami sebenarnya Teknik industri belajar apa. TI belajar elektronika, mesin, sampai psikologi. Sehingga mahasiswanya sering bingung ketika ditanya, “sebenarnya TI belajar apa sih?” Tapi kebingungan itu terobati ketika saya mengalami praktikum terintegrasi. Hanya 4 SKS..2 SKS praktikum pertama. Dan Semester berikutnya 2 SKS. Hanya total 16 pertemuan. Tapi rasanya ini menjawab seluruh pertanyaan saya tentang Teknik Industri itu apa.

Ada kepuasan batin yang dirasakan saat saya menyelesaikan perkuliahan praktikum tersebut. BUkan saja karena praktikumnya sudah selesai, tapi karena seperti sudah menjadi ahli dalam Teknik industri. Saya jadi paham ternyata pekerjaan sebagai engineer Teknik industri tidak mudah, harus mengintegrasikan semua sistem di organisasi dari aspek perancangan produk sampai kelayakan bisnis. Bahwa kita benar-benar menjadi insinyur karena menangani hingga ke level detail. Juga kita bisa melihat keindahan yang kita rancang. Satu aspek dengan aspek lainnya berjalin kelindan. Antara permalan demand hingga stasiun kerja saling terhubung. Kepuasan yang diraskan sama seperti untaian domino yang rubuh perlahan.

Jadi saya sangat merekomendasikan bila program studi Teknik Industri mau menerapkan praktikum terintegrasi.

Leave a Reply

%d bloggers like this: